//
you're reading...
Inspirasi, IT, Jalan-jalan, Jejak, Kuliah, Perpustakaan, Software

Main ke Perpustakaan IAIN Walisongo, Semarang

Senin pagi aku dan teman-temanku mengunjungi Perpustakaan IAIN Walisongo yang ada di kampus 3 IAIN Walisongo. Sebenarnya ini tidak sekedar main, tetapi membawa sebuah misi menyelesaikan tugas matakuliah Automasi Pusdokinfo mengenai automasi perpustakaan. Di Perpustakaan IAIN kami disambut oleh Kepala Perpustakaan kemudian kita diajak ke American Corner dan mempertemukan kami dengan Pak Bahrul Ulumi dan Mas Arman. Setelah diberi sedikit pengantar oleh Kepala Perpustakaan, kami diajak keliling perpustakaan IAIN Walisongo oleh Mas Arman, mulai dari ruang server, bagian pengolahan, sirkulasi dan lain-lain. Kami berbincang-bincang banyak dengan Mas Arman, pustakawan dan staf yang ada di setiap bagian. Kurang lebih seperti inilah kunjungan kami ke perpustakaan IAIN Walisongo selama kurang lebih 2 jam.

Sejarah Automasi Perpustakaan IAIN Walisongo Semarang

Perpustakaan IAIN Walisongo Semarang sudah menerapkan automasi perpustakaan sejak tahun 1997. Saat itu menggunakan software Insis dari Departemen Agama. Pada awalnya automasi pada Perpustakaan IAIN Walisongo belum ada jaringan, hal ini tentunya sangat menyulitkan dan proses temu kembali juga masih sangat lambat hingga akhirnya pada tahun 1998 migrasi ke ISIS yang dibuat oleh Unesco. Ketika menggunaka ISIS ini sudah menggunakan jaringan komputer dan proses temu baliknyapun juga lebih cepat, tetapi sayangnya proses indexing masih memakan waktu yang cukup lama.

Tahun 2003, Perpustakaan IAIN Walisongo melakukan migrasi data ke SIPISIS, sebuah software automasi perpustakaan dari ITB. Namun, sampai pada saat itu automasi perpustakaan belum diterapkan pada bagian sirkulasi, masih terbatas pada database dan penelusuran informasinya saja.

2004 merupakan tonggak baru bagi automasi Perpustakaan IAIN Walisongo. Mulai tahun 2004 Perpustakaan IAIN Walisongo sudah menerapkan full automatisation, software yang digunakan adalah SIMPUS dan untuk interface panggunanya dibuat menggunakan visual basic. Disini uniknya terletak pada bagian sirkulasi. Pada sirkulasi diberlakukan dual mode automatisation, untuk peminjaman baru dilayani menggunakan SIMPUS, tetapi untuk pengembalian buku-buku lama masih menggunakan SIPISIS, hal ini karena peminjaman buku-buku itu masih terekam pada database SIPISIS.

Automasi Masa Kini

Mulai akhir yahun 2010, Perpustakaan IAIN Walisongo melalukan migrasi data ke Senayan 3 stable 14 (http://library.walisongo.ac.id/senayan3-stable14/). Untuk konversi data ini dibutuhkan waktu ± 3 bulan dan mulai Maret 2011 Perpustakaan IAIN Walisongo resmi menggunakan Senayan. Senayan ini merupakan software yang sangat bagus dan mampu mengakomodasi hampir seluruh kegiatan perpustakaan, mulai dari pengolahan (bibliografi), sirkulasi, keanggotaan dan stock opname. Tidak hanya itu, untuk pengaksesan data yang ada di database senayan juga cukup cepat, sayangnya antara database perpustakaan pusat, perpustakaan fakultas dan sudut baca yang ada masih terpisah padahal akan lebih bagus lagi kalau database yang ada diintegrasikan menggunakan Union Catalog Server (UCS) yang ada pada Senayan 3 stable 14.

Sampai saat ini (4 April 2011) data bibliografi yang sudah diunggah ke database senayan 16.256 judul, 48.437 eksemplar. Koleksi itu terdiri dari 47.655 buku teks, 692 referensi, fiksi 60 eksemplar dan 30 reserve. Perpustakaan IAIN Walisongo belum melakukan migrasi data koleksi serial ke database senayan, hal ini karena masih ada perbedaan format data yang ada.

Pengelolaan Local Content

Local Content yang ada di Perpustakaan IAIN Walisongo terdiri dari skripsi dan hasil penelitian sivitas akademik IAIN Walisongo. Untuk pengelolaan local content, Perpustakaan IAIN Walisongo tidak menggunakan Senayan, tetapi menggunakan Ganesha Digital Library (GDL) sebuah software perpustakaan digital keluaran ITB. Local Content tersebut dapat diakses secara full text di http://library.walisongo.ac.id/digilib/ tidak hanya oleh mahasiswa IAIN, tetapi oleh siapa saja yang telah mendaftar. Digital Library IAIN Walisongo ada sejak 21 Juni 2010, walaupun masih terhitung baru, akses ke local content IAIN Walisongo sangatlah tinggi.

About jejeffri..

Aku adalah orang kampung, yang petani kalau disawah, gelandangan kalau di jalan, pelancong kalau lagi bepergian, tapi dimanapun aku, aku tetep seorang pelajar. Yang mempelajari kerasnya hidup... e.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Alamat Baru jejeffri

Jefri Eko Cahyono

Aku adalah aku.
Bukan dia, bukan juga kamu,
dan inilah aku, "JEFRI".
Dengan segala keunikan q,
dan cueX is number one..!

Categories

Archieves

%d bloggers like this: